Akhir dan Awal

ketika tujuan hidup hilang dari pandangan dan tak ada yang bisa disalahkan selain diri sendiri, terima kasih untuk semuanya selama ini fa

Itu lah status facebook gw dari tanggal 19 Januari 2010 kemaren. Yak sekali lagi gw ga bisa menjaga seseorang yang gw sayang. Sekali lagi gw ga bisa menunjukkan rasa sayang gw itu. Dan sekali lagi gw kehilangan dia. Yak, sekali lagi gw putus dengan dia.

Kalo ditanya kenapa bisa putus, itu murni karena kesalahan gw, dan memang itu kenyataannya. Gw sadar gw selama ini belom bisa memberikan yang terbaik untuknya, selalu emosi, posesif, dan akhirnya selalu buat dia sedih. Padahal gw selalu bilang kalo gw sayang dia, siap berubah untuk dia, dan menerima dia apa adanya, dan ternyata gw ga bisa membuktikan itu.

Di saat gw akhirnya benar-benar siap untuk memberikan itu semua, benar-benar siap untuk berubah untuknya, benar-benar siap untuk memberikan yang terbaik untuknya, benar-benar siap untuk selalu membahagiakan dia, ternyata sudah terlambat. Kesempatan gw udah habis. Dia udah ga sanggup untuk menjalani hubungan yang menyakitkan untuknya ini dan ga bisa memberikan kesempatan terakhir untuk gw, sehingga akhirnya dia memutuskan untuk mengakhirinya. Meskipun gw sebenarnya ga mau untuk ini, tapi mau bagaimana lagi..gw udah terlalu banyak menyakiti dia, gw udah terlalu banyak meminta dari dia, gw udah ga berhak apa-apa untuk meminta dia mau berusaha mempertahankan hubungan ini.

Yah sesuatu yang masih bisa membuat gw senang adalah di saat-saat terakhir hubungan ini dia masih mau menerima hadiah dari gw, gw cuma bisa berharap dengan hadiah itu dia bisa merasa senang dan ga melupakan gw 🙂

Saat gw tanya apakah gw masih punya kesempatan untuk bisa mendapatkan dia lagi, dia sendiri berkata kalo dia ga bisa memberikan itu, dia menyarankan lebih baik gw mencari orang lain yang bisa menerima gw apa adanya. Saat itu juga gw sadar bahwa pengorbanan dia selama ini ga bisa gw bayangkan, gw udah benar-benar menghancurkan hatinya.

Tapi emang gw-nya yang bego dan keras kepala, gw tetap bilang kalo gw akan terus berusaha untuk mendapatkan dia, gw akan memperbaiki diri gw sendiri dan menunjukkan kepada dia agar suatu saat nanti, entah kapan, dia bisa memaafkan gw dan bisa menerima gw kembali. Jadi sekarang akan mulai benar-benar memperbaiki diri dan terus berdoa agar masih bisa diberi kesempatan untuk itu semua.

Mungkin ada yang merasa kalau gw ini bego banget, masih aja mau berusaha mendapatkan seseorang yang udah ga mau menerima gw. Gw cuma bisa bilang, “namanya juga sayang” 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s