Jurusan/Fakultas Pilihan

2009 April 7
by Tomi

Melihat banyaknya tes seleksi untuk masuk suatu perguruan tinggi yang memberikan lebih dari satu pilihan jurusan/fakultas sepertinya membuat para siswa untuk tidak benar-benar memikirkan pilihan yang mereka ambil. Hal ini sebenarnya sudah gw lihat sejak 2 tahun lalu, tepatnya saat angkatan gw sedang giatnya belajar (katanya) agar bisa menjalani pendidikan di perguruan tinggi pilihan masing-masing.

Pertama yaitu saat USM ITB yang memberikan 3 pilihan kepada pesertanya. Saat itu karena memang minat gw hanya di bidang IT, maka gw memilih STEI yang di dalamnya terdapat informatika saja (Alhamdulillah dapet :D ). Banyak teman gw yang memilih lebih dari satu, alasannya ada yang memang minatnya lebih dari satu ada juga yang karena gwng kalau tidak digunakan. Pada awalnya gw tidak berpikir apa-apa, namun setelah pengumuman keluar dan teman gw yang mendapat pilihan kedua atau ketiga memutuskan untuk tidak mengambilnya, gw mulai memikirkan orang lain yang juga memilih pilihan yang sama tapi tidak dapat karena jatahnya diambil oleh teman gw itu yang ternyata membuang kesempatannya itu.

Sepertinya karena sekarang kita mendapat kesempatan lebih untuk kesempatan masuk perguruan tinggi ini kita menjadi “iseng” untuk mencoba kemampuan kita. Hal ini sangat mungkin terjadi pada orang-orang yang mampu dalam hal ekonomi, karena beberapa tes seleksi mandiri menetapkan biaya pendaftaran yang cukup tinggi, tapi bagaimana dengan orang-orang yang benar-benar menaruh masa depannya di tes tempat anda “iseng” itu?

Sepertinya melihat setahun ke belakang ini hal-hal ini masih terjadi, apalagi sekarang makin banyak tes mandiri dari berbagai perguruan tinggi sebelum SNMPTN, mulai dari SIMAK UI, USM ITB, Utul UGM, dan lain-lain.

Apakah karena kita diberi kesempatan lebih kita menjadi berhak merebut kesempatan orang lain? Ingat masih banyak orang-orang yang mungkin benar-benar menginginkan tempat yang kalian buang begitu saja. Pikirkan baik-baik pilihan yang akan anda pilih sebelum benar-benar memilih, karena mungkin pilihan anda tidak hanya menyangkut anda sendiri saja.

5 Responses leave one →
  1. 2009 April 7

    aih, setuju banget tom.. gue juga kemaren sengaja cuma masukin satu pilihan waktu smup, spmb juga setinggi2nya, biar kalo ga dapet ya ga dapet sekalian ahahah (i mean, daripada dapet tapi ga bakal diambil, ngapain ditulis) waktu mau masuk 8 juga.. hohohoh

    sebenernya itu bisa jadi banyaknya karena gengsi aja tom.. biar ga malu banget, at least dapet. daripada kliatan ga lulus sama sekali.. gitu kayanya.. *waduh

  2. 2009 April 8
    Candini Candanila permalink

    widiihh..baku bener,,
    ya makanya, pilih sesuai hati nurani (ooppss..pemilu banget)

  3. 2009 April 9

    @gita: yah, itu kan klo dapet pilihan lainnya? kalo udah milih tiga terus ga dapet semua?
    hahahahaha

    @candini: kurang lengkap, sesuai hati nurani diri sendiri :D

  4. 2009 April 9
    errybs permalink

    ah gokil..aing setuju pisan..*halah..
    padahal gw sama kayak lo, milih cmn 1, dan dapet, tapi pas disini macem beda nasib aja nilainya..ahuahauahauhuhu.

    *jadi inget pernah ngutuk org2 yang maruk (dengan alasan ngetes/iseng) biar gak dapet semua yg dia pilih..

    btw, kata-katanya gak konsisten nih, di paragraf 1 masi make gw, tp diselanjutnya saya.. :P

    • 2009 April 10

      haha, bener juga lo, sepertinya waktu nulis terjadi kesalahpahaman di otak gw :P

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS